Abu Jibril menduga penggerebekan di Solo, Jawa Tengah, merupakan rekayasa dari Densus 88. Dia menuding Densus 88 mendapat pesanan dari luar negeri.
"Ini semua rekayasa Densus. Ini pesanan luar negeri. Ini kan bulan puasa, masa orang Islam di bulan Ramadan dibunuh," kata Abu Jibril saat dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2009).
Menurut Abu Jibril, penggerebekan itu merupakan tindakan brutal. Dia menyebut tindakan itu menyerupai Orde Baru.
